10 Hal Ini Dapat Memicu Perang Dunia III, Apa
Saja?
Perang merupakan salah satu hal yang ditakuti
oleh seluruh dunia terjadi. Terutama pertempuran besar seperti Perang Dunia I
dan II. Oleh karena itu para pemimpin dunia kemudian membentuk sebuah
organisasi yang dapat 'menengahi' konflik di penjuru Bumi, PBB.
PBB 'hadir' untuk mencegah agar tak terjadi
lagi pertempuran dahsyat seperti yang telah berlalu. Memakan ribuan juta nyawa,
menimbulkan kekacauan ekonomi, kemiskinan, bahkan 'kepunahan' peradaban.
Namun, dengan terbentuknya Perserikatan
Bangsa-Bangsa itu benarkah Perang Dunia III dapat dihindari? Pertanyaan itu
terngiang-ngiang di telinga beberapa kalangan.
Terlebih lagi dengan adanya konflik
berkepanjangan di Timur Tengah dan virus penyakit mematikan yang tersebar di
Afrika, membuat orang-orang bertanya-tanya mungkinkah PD III terjadi.
Jawabannya, iya, jika beberapa hal yang
dianggap dapat memicu Perang Dunia III terjadi di muka Bumi ini.
Seperti dikutip dari Wonderslist.comberikut
selengkapnya 10 hal yang dapat memicu terjadinya PD III:
1. Persekutuan
Ini yang menjadi konflik perseteruan di dunia
terjadi. Selama PD I, Austria didukung oleh Jerman dan Italia. Namun negara
penghasil spaghetti beralih 'partai' dan membuat Triple Entente (Inggris,
Prancis, dan Rusia) menyadari bahwa jika salah satu dari negara itu menyerang
maka dua sekutu lainnya akan membantu.
Akhirnya Austria menyerang Serbia, Jerman
menyerang Prancis lalu Rusia. Inggris pun memilih untuk menolong Prancis yang
kemudian dibantu oleh Italia.
Kala itu pertempuran ini hampir membuat
seluruh Eropa terlibat dalam perang.
Jika PD III terjadi, India dan Iran mungkin
akan memerangi Pakistan. China akan mencoba menolong dan akhirnya terlibat,
sementara AS akan mencoba menengahi kedua pihak dan malah ikut membatu.
Sementara itu Filipina dan negara kepulauan
lainnya akan menunggu dan melihat kubu mana yang harus mereka 'dekati'.
Timur Tengah telah memulai konflik itu, dan
jika Perang Dunia III terjadi negara-negara itu mungkin akan bertambah rusuh.
2. Perluasan Wilayah Kekuasaan
Perang Dunia I terjadi karena Austria
menginginkan Serbia seutuhnya menjadi wilayah mereka. Hal ini menyebabkan
adanya pertempuran perluasan kekuasaan serta perbatasan dan memegang kontrol
penuh atas wilayah tersebut.
Kini Israel ingin menguasai Palestina,
sementara AS ingin beberapa wilayah berada di bawah pengaruh Penduduk Asli
Amerika, India mengincar Kashmir, dan China menginginkan Laut China Selatan.
3. Sumber Daya Alam
Selain perluasan wilayah, hal lainnya yang dapat
memicu terjadinya PD III adalah sumber daya. Mitos atau fakta, ada yang
mengatakan bahwa AS dan India menginginkan Provinsi Balochistan, Pakistan, Asia
Selatan, karena mineral dan logam yang terdapat di lahannya.
4. Sumber Air
Sekitar 75 persen planet dipenuhi oleh air,
namun hanya 3 persen saja yang bersih. Dari persen yang sedikit itu hanya 1
persen saja yang bisa dijangkau oleh populasi di dunia. Enam miliar orang
dengan jumlah air yang sangat 'sedikit'.
'Air, air di mana pun, namun tak satu tetes
pun dapat dinikmati' merupakan kutipan populer yang sering didengar saat masih
berada di bangku sekolah. Namun hal ini benar adanya dan dapat menjadi pemicu
pertempuran dahsyat.
Dengan meningkatnya temperatur, perpindahan
penduduk, dan semakin meluasnya gurun, manusia mungkin akan menyaksikan
pemandangan yang sama seperti digambarkan dalam novel karya Dan Brown 'Inferno'
atau 'Elysium'.
Dalam waktu seratus tahun ke depan Bumi
mungkin bisa terlihat sangat gersang seperti yang digambarkan di dalam novel
yang digarap ke dalam film Hollywood itu.
Akhirnya orang-orang pun akan mulai
memperebutkan sumber air bersih, yang dapat memicu terjadinya PD III.
5. Kekayaan Alam
Kekayaan alam menjadi penyebab selanjutnya hal
yang yang dapat menyebabkan terjadinya kelanjutan Perang Dunia II. Dengan mulai
berkurangnya gas alam dan minyak bumi, negara-negara kuat akan memutar stir dan
beralih kepada wilayah 'lemah' untuk menguasai kekayaan alam mereka.
Seperti contohnya Somalia yang memiliki sumber
gas alam dan emas yang berlimpah. Negara 'lemah' itu menjadi sasaran banyak
negara kuat lainnya.
6. Penyakit
Seperti yang sering kita saksikan dalam film
garapan Hollywood, peperangan terjadi akibat penyakit menular yang tersebar ke
hampir seluruh bagian dunia.
Dalam kehidupan nyata, kemunculan virus
mematikan Ebola di wilayah Afrika menjadi 'alarm' bagi negara-negara di seluruh
dunia.
Meskipun langkah sementara seperti mencegah
orang-orang dari Afrika keluar dari wilayah mereka telah diambil, kekacauan
akan segera tersulut ketika virus telah menyebar luas dan obat terbatas.
Mungkin beberapa organisasi dunia akan mulai
membakar pasien Ebola di bawah tanah, namun hal tersebut bisa membuat peradaban
manusia berada di ambang peperangan besar.
7. Senjata
seiring dengan berkembangnya zaman, teknologi
senjata pun semakin canggih dan terus dikembangkan, terutama senjata nuklir.
Perkembangan senjata pemusnah massal itu,
seperti yang dikembangkan di Korea Utara, menjadi ancaman berbahaya bagi dunia
dan generasi masa depan.
Negara pengembang nuklir menyebutkan bahwa
mereka membangun senjata pemusnah massal itu untuk 'berjaga-jaga' dan
pencegahan. Namun hal yang sama pernah terjadi di masa lalu dan menyebabkan
perang besar.
'Kegilaan' yang sama dapat terjadi lagi ketika
negara-negara di dunia membangun lebih banyak senjata nuklir dan menyebabkan
peluncuran rudal setelah beberapa generasi.
8. Kepercayaan dan Teologi
Menurut kepercayaan beberapa orang di seluruh
penjuru dunia, Perang Dunia III akan segera terjadi. Yahudi mengatakan
terjadinya Armageddon akan mengakibatkan pertempuran hebat dan menyelamatkan
orang-orang dari penindasan dan membawa mereka keluar dari tempat
persembunyian.
Sementara itu, muslim percaya bahwa Perang
Dunia III akan terjadi dengan perspektif adanya pemberontakan terhadap orang
Yahudi dan non muslim di dunia. Dalam hal ini 'kepercayaan' dapat memicu pertempuran
besar.
9. Konflik Ukrania
Perang Dunia I dan II melibatkan Uni Soviet
--kala itu-- sebagai salah satu pemegang kekuatan besar. Dengan adanya invasi
Krimea oleh Rusia sekarang ini, dianggap sebagai 'panggilan' perang oleh
masyarakat Ukraina.
Sejarah mencatat kedua negara itu 'selalu
bermusuhan' dan ketegangan di wilayah itu kini tengah mencapai puncak
tertingginya.
10. Hukum Alam
Seperti hukum rimba, siapa kuat dia yang
berkuasa. Begitu pula yang terjadi di kehidupan manusia. Negara yang lebih kuat
mencoba menguasai negara yang lebih lemah, menjajah mereka.
Akibatnya masyarakat negara jajahan harus
bertahan hidup dan menyesuaikan diri dengan 'penguasa' baru mereka.
Ketika mereka mendapatkan kekuatan untuk
melawan penjajah, penduduk negara jajahan akan memberlakukan hukum alam. Mereka
berjuang, siapa yang kuat mereka yang berkuasa.
Source : Kaskus







0 komentar:
Posting Komentar